Hello ..

Kita selalu ingat untuk mengasuransikan mobil dan properti kita dengan
tujuan agar bila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan kita bisa 
mendapat ganti rugi dari pihak asuransi.

Ironisnya kita sering lupa untuk mengasuransikan diri kita sendiri
seolah-olah diri kita kurang berharga dibandingkan dgn mobil / properti kita.
Padahal dengan mengasuransikan diri kita, akan banyak keuntungan yang
bisa kita dapatkan.

Saya percaya bahwa Bapak/Ibu mungkin tidak masalah dengan
biaya pengobatan, tapi bila biaya pengobatan itu bisa GRATIS … YA ..
GRATIS …. bahkan berobat ke LUAR NEGERI di Rumah Sakit
yang Bapak/Ibu PILIH SENDIRI … tentu layak untuk dipertimbangkan.

Ya, dengan bergabung dengan Prudential Life Assurance
hal yang kami sebutkan ini bukan hanya janji kosong tapi
pasti dan telah banyak orang yang mendapatkan manfaatnya.

Apabila Bapak/Ibu berminat untuk mengetahui lebih banyak tentang
kami, mohon merespon pesan ini dan menuliskan alamat serta
tempat dan waktu yang Bapak/Ibu inginkan untuk presentasi.

Thank you very much for your kind attention.

SALAM SUKSES,

Henny and Reddy

0811 215 646

Berikut adalah proposal ” Tabungan dan Proteksi ” salah satu

model perencanaan keuangan yang terbaik dari PRUDENTIAL.

Pada umumnya, tujuan orang menabung / menginvestasikan uangnya :

** Untuk dana darurat keluarga.

** Untuk dana pendidikan anak-anak.

** Untuk dana pensiun dihari tua / masa depan yang lebih baik.

Misalkan : Pak Ali ingin menabung setiap bulannya Rp 2 Juta.

Ada 3 alternatif menabung yang dapat dipilih oleh Pak Ali.

Alternatif 1 : Menabung di Bank.

Jika terjadi sesuatu pada Pak Ali di bulan ke 4; contoh : Dia sakit kritis

(jantung, kanker, stroke dll) dan dokter minta disediakan uang Rp 250 juta,

apakah Bank akan memberikan uang Rp 250 juta ? Saldo Pak Ali baru

berjumlah Rp 6 juta. Alternatif 1 GAGAL total.

Alternatif 2 : Menabung di Bank + asuransi.

Jika kejadian sama seperti diatas, asuransi akan memberikan uang

Rp 250 juta pada Pak Ali untuk berobat; Tetapi apakah masalah Pak Ali

telah selesai ? Bagaimana dengan nasib tabungannya yang akan

digunakan untuk dana pendidikan anak-anak dan untuk dana pensiun ?

Dapatkah Pak Ali yang sedang sakit bekerja secara optimal dan

meneruskan tabungannya ? Alternatif 2 kurang berhasil.

Alternatif 3 : Menabung dengan metode 2 in 1.

Jika kejadiannya sama seperti diatas, Pak Ali akan diberikan uang

Rp 250 juta untuk berobat; dan selanjutnya Pak Ali tidak perlu menabung

lagi karena tabungannya otomatis akan terisi terus menerus setiap bulan

Rp 2 juta sampai dia berumur 65 tahun dan dana yang ada ditabungannya

dapat digunakan untuk dana pendidikan anak-anak dan dana pensiun.

Alternatif 3 : Sesuai dengan harapan dan berhasil.

Kelebihan menabung di 2 in 1 ini, perusahaan akan memberikan dana

darurat kepada Pak Ali sampai dia berumur 65 tahun jika terjadi :

<> Sakit kritis (34 jenis penyakit kritis seperti : Jantung, kanker, stroke dll)

<> Cacat karena sakit atau cacat karena kecelakaan.

<> Sakit yang mengharuskan Dia masuk ke rumah sakit.

Jika Pak Ali meninggal dibawah usia 99 tahun, keluarganya juga akan

mendapatkan sejumlah dana.

Santunan dari perusahaan asuransi, dengan tabungan sebesar Rp 2 juta

per bulan adalah :

<> Rumah Sakit = Rp 1 juta / hari

<> ICU = Rp 2 juta / hari

<> Operasi = Rp 2,5 sampai dengan Rp 10 juta / hari.

<> Cacat karena kecelakaan = +/- Rp 500 juta

<> Meninggal = +/- Rp 500 juta.

Metode 2 in 1 ini sudah membantu banyak orang dan saya yakin juga

pasti akan sangat bermanfaat bagi Bapak / Ibu dan keluarga.

Dan bila sakit bisa berobat sampai keluar negeri, biaya tetap ditanggung oleh asuransi,

kecuali di 3 negara yaitu Amerika, Canada dan Jepang.

Besaran jumlah tabungan atau premi Rp 2 juta, hanya sebuah contoh,

bisa dibesarkan atau dikecilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Demikian informasi dari saya, semoga bermanfaat, bila ada yang ingin

ditanyakan dapat melalui email atau langsung via telepon.

SALAM SUKSES.

Henny and Reddy

0811 215 646

Saya akan menginformasikan ” Tabungan dan Proteksi ” salah satu
model perencanaan keuangan yang terbaik dari PRUDENTIAL.
Pada umumnya, tujuan orang menabung / menginvestasikan uangnya :
** Untuk dana darurat keluarga.
** Untuk dana pendidikan anak-anak.
** Untuk dana pensiun dihari tua / masa depan yang lebih baik.
Misalkan : Pak Ali ingin menabung setiap bulannya Rp 2 Juta.
Ada 3 alternatif menabung yang dapat dipilih oleh Pak Ali.
Alternatif 1 : Menabung di Bank.
Jika terjadi sesuatu pada Pak Ali di bulan ke 4; contoh : Dia sakit kritis
(jantung, kanker, stroke dll) dan dokter minta disediakan uang Rp 250 juta,
apakah Bank akan memberikan uang Rp 250 juta ? Saldo Pak Ali baru
berjumlah Rp 6 juta. Alternatif 1 GAGAL total.
Alternatif 2 : Menabung di Bank + asuransi.
Jika kejadian sama seperti diatas, asuransi akan memberikan uang
Rp 250 juta pada Pak Ali untuk berobat; Tetapi apakah masalah Pak Ali
telah selesai ? Bagaimana dengan nasib tabungannya yang akan
digunakan untuk dana pendidikan anak-anak dan untuk dana pensiun ?
Dapatkah Pak Ali yang sedang sakit bekerja secara optimal dan
meneruskan tabungannya ? Alternatif 2 kurang berhasil.
Alternatif 3 : Menabung dengan metode 2 in 1.
Jika kejadiannya sama seperti diatas, Pak Ali akan diberikan uang
Rp 250 juta untuk berobat; dan selanjutnya Pak Ali tidak perlu menabung
lagi karena tabungannya otomatis akan terisi terus menerus setiap bulan
Rp 2 juta sampai dia berumur 65 tahun dan dana yang ada ditabungannya
dapat digunakan untuk dana pendidikan anak-anak dan dana pensiun.
Alternatif 3 : Sesuai dengan harapan dan berhasil.
Kelebihan menabung di 2 in 1 ini, perusahaan akan memberikan dana
darurat kepada Pak Ali sampai dia berumur 65 tahun jika terjadi :
<> Sakit kritis (34 jenis penyakit kritis seperti : Jantung, kanker, stroke dll)
<> Cacat karena sakit atau cacat karena kecelakaan.
<> Sakit yang mengharuskan Dia masuk ke rumah sakit.
Jika Pak Ali meninggal dibawah usia 99 tahun, keluarganya juga akan
mendapatkan sejumlah dana.
Santunan dari perusahaan asuransi, dengan tabungan sebesar Rp 2 juta
per bulan adalah :
<> Rumah Sakit = Rp 1 juta / hari
<> ICU = Rp 2 juta / hari
<> Operasi = Rp 2,5 sampai dengan Rp 10 juta / hari.
<> Cacat karena kecelakaan = +/- Rp 500 juta
<> Meninggal = +/- Rp 500 juta.
Metode 2 in 1 ini sudah membantu banyak orang dan saya yakin juga
pasti akan sangat bermanfaat bagi Ibu dan keluarga.
Jika dimanfaatkan secara maksimal, bahkan pada waktu melahirkanpun
biaya melahirkan akan dibayar oleh perusahaan asuransi. Dan bila sakit
bisa berobat sampai keluar negeri tetap ditanggung oleh asuransi,
kecuali di 3 negara yaitu Amerika, Canada dan Jepang.
Besaran jumlah tabungan atau premi Rp 2 juta, hanya sebuah contoh,
bisa dibesarkan atau dikecilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.
Demikian informasi dari saya, bila masih belum jelas bisa ditanyakan via
email atau langsung via telepon.
SALAM SUKSES.Terima kasih telah berkenan merespon email saya.
Saya akan menginformasikan ” Tabungan dan Proteksi ” salah satu
model perencanaan keuangan yang terbaik dari PRUDENTIAL.
Pada umumnya, tujuan orang menabung / menginvestasikan uangnya :
** Untuk dana darurat keluarga.
** Untuk dana pendidikan anak-anak.
** Untuk dana pensiun dihari tua / masa depan yang lebih baik.
Misalkan : Pak Ali ingin menabung setiap bulannya Rp 2 Juta.
Ada 3 alternatif menabung yang dapat dipilih oleh Pak Ali.
Alternatif 1 : Menabung di Bank.
Jika terjadi sesuatu pada Pak Ali di bulan ke 4; contoh : Dia sakit kritis
(jantung, kanker, stroke dll) dan dokter minta disediakan uang Rp 250 juta,
apakah Bank akan memberikan uang Rp 250 juta ? Saldo Pak Ali baru
berjumlah Rp 6 juta. Alternatif 1 GAGAL total.
Alternatif 2 : Menabung di Bank + asuransi.
Jika kejadian sama seperti diatas, asuransi akan memberikan uang
Rp 250 juta pada Pak Ali untuk berobat; Tetapi apakah masalah Pak Ali
telah selesai ? Bagaimana dengan nasib tabungannya yang akan
digunakan untuk dana pendidikan anak-anak dan untuk dana pensiun ?
Dapatkah Pak Ali yang sedang sakit bekerja secara optimal dan
meneruskan tabungannya ? Alternatif 2 kurang berhasil.
Alternatif 3 : Menabung dengan metode 2 in 1.
Jika kejadiannya sama seperti diatas, Pak Ali akan diberikan uang
Rp 250 juta untuk berobat; dan selanjutnya Pak Ali tidak perlu menabung
lagi karena tabungannya otomatis akan terisi terus menerus setiap bulan
Rp 2 juta sampai dia berumur 65 tahun dan dana yang ada ditabungannya
dapat digunakan untuk dana pendidikan anak-anak dan dana pensiun.
Alternatif 3 : Sesuai dengan harapan dan berhasil.
Kelebihan menabung di 2 in 1 ini, perusahaan akan memberikan dana
darurat kepada Pak Ali sampai dia berumur 65 tahun jika terjadi :
<> Sakit kritis (34 jenis penyakit kritis seperti : Jantung, kanker, stroke dll)
<> Cacat karena sakit atau cacat karena kecelakaan.
<> Sakit yang mengharuskan Dia masuk ke rumah sakit.
Jika Pak Ali meninggal dibawah usia 99 tahun, keluarganya juga akan
mendapatkan sejumlah dana.
Santunan dari perusahaan asuransi, dengan tabungan sebesar Rp 2 juta
per bulan adalah :
<> Rumah Sakit = Rp 1 juta / hari
<> ICU = Rp 2 juta / hari
<> Operasi = Rp 2,5 sampai dengan Rp 10 juta / hari.
<> Cacat karena kecelakaan = +/- Rp 500 juta
<> Meninggal = +/- Rp 500 juta.
Metode 2 in 1 ini sudah membantu banyak orang dan saya yakin juga
pasti akan sangat bermanfaat bagi Ibu dan keluarga.
Jika dimanfaatkan secara maksimal, bahkan pada waktu melahirkanpun
biaya melahirkan akan dibayar oleh perusahaan asuransi. Dan bila sakit
bisa berobat sampai keluar negeri tetap ditanggung oleh asuransi,
kecuali di 3 negara yaitu Amerika, Canada dan Jepang.
Besaran jumlah tabungan atau premi Rp 2 juta, hanya sebuah contoh,
bisa dibesarkan atau dikecilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.
Demikian informasi dari saya, bila masih belum jelas bisa ditanyakan via
email atau langsung via telepon.
SALAM SUKSES.

Contoh Perhitungan Dana Pendidikan

Ada 3 hal penting yang perlu kita ketahui dahulu sebelum menghitung besarnya dana untuk kuliah :

  1. Rencana kuliah dimana dan berapa perkiraan biaya sampai S 1 (kuliah 4 s/d 5 tahun).
  2. Perkiraan kenaikan biaya kuliah tersebut pertahun sampai anak kita akan masuk kuliah.
  3. Dimana  anda ingin berinvestasi untuk dana kuliah anak anda kelak.

Misalnya : Biaya kuliah saat ini tahun 2009 selama 4 tahun = Rp. 150 juta. Kenaikan biaya per tahun 10%, berarti 13 tahun dari sekarang (untuk anak yang berusia 5 tahun) biaya kuliah menjadi = Rp. 517 Juta.

Kalau kita menabung di Bank (bunga bank 2% /th), maka kita harus menabung sebesar Rp. 34 Juta/th atau Rp. 2,8 Juta/bl. Jika kita menabung di Deposito ( bunga 6% /th ), maka yang harus ditabung = Rp. 25,8 Juta/th atau Rp. 2,15 Juta/bl. Jika menabung di Reksadana campuran ( bunga +/- 10% /th ), maka yang harus ditabung = Rp 19 Juta/th atau Rp. 1,5 Juta/bl. Jika menabung di Reksadana Saham ( bunga +/- 15%/th ), maka yang harus ditabung = Rp. 13 Juta/th atau Rp. 1,1 Juta/bl.

Pilih yang mana ?? Saham, Deposito, Reksadana Campuran, atau Reksadana Saham ? Semuanya punya kelebihan dan kekurangan.

Tidak dapat disangkal, bahwa penggabungan dari dua instrumen tabungan dan asuransi adalah solusi yang terbaik.

Asuransi pendidikan dengan tabungan pendidikan adalah 2 hal yang berbeda, 

Tabungan pendidikan, kita menyimpan sejumlah uang pada periode tertentu untuk mendapatkan hasil yang cukup untuk biaya pendidikan anak kita tanpa adanya suatu proteksi.

 

Sementara, asuransi pendidikan adalah tabungan pendidikan yang memiliki proteksi bilamana kita sebagai penabung atau orang tua terjadi resiko.

Untuk tabungan pendidikan kita bisa menabung di instrumen apapun tergantung pada kapan kita akan mengambil uang pendidikan tersebut. Jika kita ingin mengambilnya pada waktu masuk TK akan berbeda pengalokasian dananya dibanding bila kita ingin mengambil dana tersebut pada waktu akan kuliah

 

Untuk jangka waktu yang panjang bolehlah kita mengambil instrumen yang cukup beresiko tetapi hasilnya akan baik. Misalnya, Reksadana atau saham. Untuk jangka pendek, kurang dari 3 tahun, Deposito atau Obligasi akan lebih sesuai; Namun itu semua harus disesuaikan dengan profil resiko kita, kalau kita bukan seorang risk taker, jangan terlalu banyak di saham, bisa jantungan.

 

Untuk asuransi, ada kelebihan dan kekurangan jika kita beli terpisah, misalkan, kita beli terpisah dua instrumen tersebut, lalu penyakit kritis menyerang kita misalnya jantung atau kanker, maka uang dari asuransi jiwa tidak akan keluar dan kelangsungan menabung untuk pendidikan pasti terganggu, boro-boro menabung, untuk biaya sehari-hari saja mungkin susah krn biaya pengobatan penyakit tersebut terbukti relatif cukup mahal, hal tersebut terjadi karena investasi kita di Reksadana atau sarana investasi yang lain tidak terproteksi.

 

Halnya berbeda, bila kita mengambil gabungan dari kedua instrumen tersebut, tabungan kita akan diproteksi; Bilamana kita meninggal atau terserang penyakit kritis maka perusahaan asuransi yang akan terus menabungkan sejumlah uang yang telah kita tetapkan dari awal.

Tentu, dengan adanya manfaat tambahan tersebut pada asuransi, akan timbul biaya-biaya, hal tersebut sangat wajar dan sepenuhnya bisa diterima.

Berapa jumlah yang harus kita sisihkan tiap bulannya untuk persiapan pendidikan tersebut ?? Kita menghitung nilai uang sekolah dimasa depan plus factor inflasinya, kemudian kita hitung present value uang tersebut bila kita menabungnya per bulan atau per tahun. Dengan demikian persiapan kita untuk biaya pendidikan akan lebih jelas.

TABEL PERTANGGUNGAN KONDISI KRITIS

 

1.   Serangan jantung 2.   Tindakan bedah Bypass pembuluh      darah jantung (Coronary Artery Bypass  Grafting)
3.   Angioplasti dan penatalaksanaan invasive lainnya untuk penyakit pembuluh darah jantung (hanya berlaku khusus untuk PRU crisis cover 34 dan PRU crisis cover benefit 34) 4.   Penyakit pembuluh darah jantung lain    yang serius.
5.   Tindakan bedah katub jantung 6.   Disabling Primary Pulmonary    Hypertension
7.   Penyakit Paru kronik 8.   Tindakan bedah pembuluh darah Aorta
9.   Stroke 10. Koma
11. Meningitis 12. Ensefalitis
13. Penyakit Parkinson 14. Penyakit Alzeimer
15. Motor Neuron Disease 16. Multiple Sclerosis
17. Muscular Dystrophy (Distrofi    Muskular) 18. Kelumpuhan (Paralysis)
19. Poliomyelitis 20. Trauma kepala serius
21. Tumor jinak otak 22. Kanker
23. Anemia Aplastik 24. Hepatitis Viral Fulminan
25. Penyakit hati kronik 26. Kolitis Ulseratif (Ulcerative Colitis)
27. Penyakit Crohn 28. Gagal Ginjal
29. Transplantasi Organ penting 30. Kehilangan kemampuan bicara (Lost  of Speech)
31. Ketulian 32. Luka bakar kritis
33. HIV yang didapatkan melalui  Transfusi Darah 34. Lupus Eritematosus Sistemik  (Systemic Lupus Erythematosus)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.